Minggu, 30 Januari 2011

Untukmu Kawan, Kenanglah Dia disana

Oleh: Rusda Leikawa

Terkubur ….. Terkubur sudah
Jasadmu berkalang tanah
Sepi dipermukaan, tinggal nyanyian sunyi
Menyedihkan…
Akan hari, zaman dan manusia pada saat itu
Lenyap tak berarti hilang…
Sirna bukan tiada…
Karena kau ada disetiap dada dan semangat generasi pewaris bangsa
Diam tak berarti lupa…
Karena kau hadir dan tumbuh ditaman hati anak bangsa
Nyalakan api di dadadmu…
Jangan biarkan dia padam tersiram keserakahan dan ketamakan,
Menjual harga diri bangsa, demi sebongkah ambisi yang berujung derita,
Nestapa bagi semua jiwa bangsa.
Bakarlah…
Bakarlah setiap tirani yang tumbuh subur
Dan tengah berpesta
Bakarlah niat busuk, perongrong bangsa
Tunjukan pada mereka perisai pembela bangsa
Yang selalu setia, berdiri disetiap masa
Dibawah naungan Pancasila
Sampai hari cerah itu pun tiba
Dihadapan kita
Merdeka….

Kapata Hubungan Pela Gandong MORELLA & SOYA

Label :  Tifa Soya & Sawat Morella Berpadu di Arena Pukul Sapu Lidi Tahun 2010
Date Picture Taken : 17-09-2010
Author : Yus Kerubun

Berikut ini adalah sebuah Lani (Kapata) di Negeri Morella yang mengisahkan sejarah hubungan Negeri Morella dan Negeri Soya :

METEN TUHE HITI NAISTITA NUSA (Meten Tuhe Hiti Keliling Pulau)
PASOUTAMA NUSA YUPU LATU TAPI (Utusan Pemuka Pulau Latu Tapi)
TOU NUSANIWE SIRIMAU MAHU (Pandang Nusa Niwe Jauh Terpisah)
NIWE PAUKALA APONO PASO SOKO (Menggalak Niwe  Dan Apono Menyatu)
METEN LEHE NUSA NIWE (Meten Mendarat Ke Nusa Niwe)
MO ETE SOHU SIRI MAU (Kamu-Kamu Liput Sirimau)
SUPU YAMA RAILA YISASEHU (Jumpa Yama Raila Sendiri)
SIRIMAU PAMAU YAMARAILA (Sirimau Pelindung Yamaraila)
METEN PEHA LUASI MAE (Meten Berseruh Keduanya)
TUHE HITI NAIKEULAI (Muncul Tuhe Dengan Hiti)
HATA-HITI HUTU LIA YULAPOKO (Empat Berangkat Menuju Yulapoko)
SAILAPUTI WELA WELA ANOMIA (Lambang Putih Lamai Meria)
YUPU LATU LA HATE REIHATA (Latu Restu Empat Berjumpa)
SOYA SOUHATU SABILA MARALESI (Jatuh Cinta Sabila Maralesi)
LE ATANE HALE NUSA NIWE (Pindah Tempat Ke Nusa Niwe)
NISA SIMI YUPULATU YISA SEHU (Turunan Yupulatu Yisa Sehu)

Sumber :
Bapak Sulaiman Latukau (Tua Adat Negeri Morella)

Kapata Hubungan Pela Gandong Negeri Morella & Negeri Waai


Label :  Konvoi Lagu Gandong 4 Negeri Basudara (Morella, Waai, Soya & Kaibobu) Usai Perayaan Pukul Sapu Lidi Tahun 2010
Date Picture Taken : 17-09-2010
Author : Yus Kerubun
Kapata (Lani) di Negeri Morella yang menceritrakan sejarah hubungan pela gandong Negeri Morella dan Negeri Waai :

LETEKORI LAU YUPU TOWA PAILA (Zaman Nenek Moyang Sejak Dahulu Kala)
SANE TAHA LEPAILA TUHARELLA  (Turunan Dari  Moyang Tuharella)
RULA TAHINANO YINA TATIELYA (Dengan Istrinya Nenek Tatielia)
HUNI YULAPOKO AMANUELA (Penghuni Ulapoko Amanuela)
SANE KUTIKA LUWAI TAPASALA  (Disuatu Saat Timbul Masalah)
WALI AA KILINGSINA TAPIULA  (YaituKedua Kakak Beradik Kilingsina dan Tapiula)
RIHU SAMA KILINGSINA TAPIULA  (Berpisah Tempat Tinggal Kilingsina dan Tapuila)
TAPIULA TAKATA TIRI HAITA PAUKALA  (Tapiula Ke Tatiri Pantai Baguala)
KILINGSINA TAKA MOKI HAITA TUNUHALA  (Kilingsina Ke Moki Pantai Tunuhala)
TAPIULA KUPA HUNIMUA METIELA  (Tapiula di Hunimua Tanjung Meti ela)
KILINGSINA KUPA LATAELA  (Kilingsina di Daratan Lataela)
LEA ASELE TAISA SILA-SILA  (Terbagi Turunan Dua Sila-sila)
KAPA-KAPA WALI AA KAKULA  (Bersatu Kembali Seperti Sedia Kala)
HANU SOA HATU WAAI MORELLA  (Membangun Persatuan Waai dan Morella)

Sumber :
Bapak Sulaiman Latukau (Tua Adat Negeri Morella)

Penelitian Arkeologi Prasejarah di Desa Morella


            Penelitian dilaksanakan untuk mengidentifikasi adanya jejak–jejak prasejarah di situs Morella. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan survei intensif di wilayah-wilayah pesisir pantai dan daerah sumber air baik sungai maupun mata air.  Wilayah-wilayah yang menjadi sararan survei yakni Sungai Sailapi dan Sungai Sawatellu, serta beberapa kawasan pesisir pantai. Selain survei juga diarahkan di wilayah Telaga Kodok, merupakan gugusan perbukitan karst yang banyak terdapat gua-gua atau ceruk.
Secara administratif, situs ini terletak di desa Morella, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Geografis  situs ini merupakan daerah aliran sungai di daerah dataran tidak jauh dari pesisir pantai di sebelah utara. Daerah ini berhadapan langsung dnegan selat Seram dan Pulau Seram di sebelah utara. Secara astronomis situs ini terletak pada S3 32 28.6 E128 13 03.9.
Wilayah survei secara geologis dan geomorfologis merupakan kawasan yang sangat potensial mengandung batuan dan mineral dari perut bumi yang penting. Daerah Studi dapat dibedakan ke dalam empat satuan fisiografis, yakni :
·      Satuan Vulkanik yang mendominasi dataran tinggi ditandai oleh pola aliran dendritik dan sub paralel
·      Depresi anatar gunung (intramountain depression) yang membentuk dataran di punggung ketinggian, yang juga berassosiasi dengan teras terumbu karang terangkat dan ditandai terdapatnya beberapa sinkholes pada pola alirannya
·      Teras terumbu karang terangkat
·      Dataran alluvial yang memanjang sepanjang pantai

Sumber air terutama sungai dan mata air. Namun berdasarkan survei, meskipun karaktersitik sungai merupakan sungai stadium tua, namun pada umumnya berupa sungai kecil. Sumber air lainnya terutama mata air yang berasal dari depresi antar gunung dan pada tekuk lereng teras terumbu. Berdasarkan survei, pada lokasi berkarakteristik inilah ditemulah alat-alat batu prasejarah, berupa alat batu paleolitik, seperti proto kapak genggam dan kapak penetak. Alat-alat batu ini ditemukan pada lokasi yang dekat dengan sungai yakni Sungai Sailapi dan Sawatellu, yang merupakan sungai kecil, namun mengandung batuan yang diperkirakan berumur tua. Di Pulau Ambon, terutama didominasi oleh jenis batuan ultra basa, yang menurut penyelidikan geologi, merupakan jenis batuan tertua di Pulau Ambon, selain itu didominasi pula oleh struktur batuan gamping yang berumur pleistosen. Sementara itu di wilayah pesisir pantai dijumpai beberapa areal sebaran gerabah baik polos maupun berhias.
Selain itu, survei juga diarahkan pada perbukitan karst di wilayah Telaga Kodok. Di Wilayah ini merupakan gugusan perbukitan yang tersusun dari batuan gamping, sehingga memungkinkan pembentukan ceruk dan gua. Dari hasil survei terdapat banyak ceruk yang mengindikasikan adanya jejak-jejak hunian dengan artefak dominan berupa gerabah polos.   

Sumber Artikel:
Balai Arkeologi Maluku @ 2010
Jl. Namalatu-Latuhalat Ambon
Telp: 0911 323374

Data Umum dan Lokasi Benteng Kapahaha


Nama : Benteng Kapahaha
Nomor PDA : 623.1/29/03.01/05
Alamat : Pulau Ambon, Desa Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku
Koordinat situs : 03o 31' 31.0" LS, 128o 13' 09.1" BT
Luas Benteng : � 5000 m2
Pemilik & Pengelola : Masyarakat Morella

Status Perlindungan Hukum :
  1. Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Nomor: PM.11/PW.007/MKP/2010 Tentang: Penetapan Benteng Nieuw Zeelandia/Benteng Haruku, Benteng Hoorn/Pelauw, Benteng Kapahaha, Benteng Haarlem Van Der Capellen Yang Berlokasi di wilayah Provinsi Maluku Sebagai Cagar Budaya, Situs, atau Kawasan Cagar Budaya Yang Dilindungi UU RI No.5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya.  download file PDF
  2. Terdaftar pada Subdit Regtap Dirjen Sejarah dan Purbakala Depbudpar RI tahun 2003.
Sumber Data : http://www.bentengindonesia.org

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger